Menu

Dark Mode
Video Pengakuan Kasatlantas Sebut Oknum AKBP Dibalik Kasus Lakalantas Ke Hakim PN Madina Oknum Polisi dan Istri Anggota DPRD Tipu Puluhan Personel, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar Fakta Persidangan Korupsi, Ada Dugaan Aliran Dana ke Plt Kadis PUPR Madina Parkir di Masjid Agung Mulai Bayar Jelang Magrib, Pengendara Terkapar di Jalan Raya Mompang Julu BPBD Bersama Pihak PGA Pantau Ketat Perkembangan Gunung Sorik Marapi

Ekonomi

Diduga Dirampas Toke Sawit, Kebun 10 Hektare Milik Warga Batahan Dipanen Tanpa Izin

badge-check


					Diduga Dirampas Toke Sawit, Kebun 10 Hektare Milik Warga Batahan Dipanen Tanpa Izin Perbesar

MADINA azkyalnewsnetwork.com Lahan perkebunan sawit milik Muhammad Idris S.H. seluas sekitar 10 hektare di wilayah Transmini Batahan Satu, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga dikuasai dan dipanen secara ilegal oleh oknum toke sawit.

Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Pasalnya, kebun sawit yang ia tanami sejak beberapa tahun lalu itu mampu menghasilkan sekitar 14 ton tandan buah segar (TBS) setiap dua minggu.

Muhammad Idris menjelaskan, lahan tersebut dibelinya pada Agustus 2013 lalu. Setelah pembelian, ia kemudian membuka dan mengelola lahan tersebut dengan menanaminya tanaman sawit dan jagung.

Namun saat tanaman sawit mulai menghasilkan, muncul pihak lain yang mengklaim kepemilikan lahannya tersebut. Padahal kata Idris, lahan itu ia beli secara sah dan mempunyai surat surat resmi. 

Oknum toke sawit berinisial IJ, bersama tiga rekannya yakni AR, SMJ, dan PTR, disebut-sebut mengaku sebagai pemilik lahan dan mengambil hasil panen sawit dari kebun tersebut. Namun pangakuan oknum oknum itu diduga tidak disertakan bukti pendukung yang kuat.

Merasa dirugikan, Muhammad Idris kemudian melaporkan dugaan pencurian hasil kebun sekaligus penguasaan lahan itu ke Polres Madina pada Agustus 2023.

Namun hingga kini, menurut pengakuan korban, laporannya belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

“Sudah hampir tiga tahun laporan saya, tapi belum ada kejelasan penanganannya oleh pihak kepolisian,” ujar Idris. Jumat (13/3/2026). 

Kondisi ini membuat korban Idris menduga adanya ketidakseriusan dalam penanganan perkara, bahkan ia menaruh kecurigaan adanya dugaan permainan antara oknum aparat dengan pihak yang menguasai lahan tersebut.

Idris berharap Polres Madina segera menindaklanjuti laporannya secara profesional agar persoalan yang merugikan dirinya tidak terus berlarut-larut.

(DD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Mengutuk Tindakan Brutal terhadap Jurnalis di Siak, Desak Kepolisian Tangkap Pelakunya

25 July 2026 - 09:36 WIB

Dapat Bonus Rp100 Ribu, PT Azkyal Buat Program Referal Ajak Teman

24 July 2026 - 09:10 WIB

Kasus Rudapaksa Anak, Grib Jaya Desak Polisi Tangkap 2 DPO

23 July 2026 - 12:28 WIB

Listrik Padam di Panyabungan, Pengusaha Banyak yang Rugi

14 July 2026 - 13:31 WIB

Derita Balita Idap Kanker Mata, Orang Tua Butuh Bantuan Biaya Berobat

11 July 2026 - 08:41 WIB

Trending on Adventorial