Menu

Dark Mode
Video Pengakuan Kasatlantas Sebut Oknum AKBP Dibalik Kasus Lakalantas Ke Hakim PN Madina Oknum Polisi dan Istri Anggota DPRD Tipu Puluhan Personel, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar Fakta Persidangan Korupsi, Ada Dugaan Aliran Dana ke Plt Kadis PUPR Madina Parkir di Masjid Agung Mulai Bayar Jelang Magrib, Pengendara Terkapar di Jalan Raya Mompang Julu BPBD Bersama Pihak PGA Pantau Ketat Perkembangan Gunung Sorik Marapi

Bisnis

Pakkat, Makanan Khas Ramadhan Mandailing Natal yang Unik dan Legendaris

badge-check


					Pakkat, Makanan Khas Ramadhan Mandailing Natal yang Unik dan Legendaris Perbesar

MADINA azkyalnewsnetwork.com – Pakkat, salah satu makanan khas di bulan Ramadhan yang selalu menjadi buruan warga di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjelang berbuka puasa.

Hidangan sederhana berbahan pucuk rotan muda ini hadir hampir di setiap sudut pasar tradisional saat waktu berbuka semakin dekat.

Pakkat dikenal dari cara pengolahannya yang khas. Pucuk rotan muda dibakar utuh hingga bagian luarnya tampak gosong kehitaman.

Setelah itu, kulit luar yang hangus dikupas, menyisakan bagian dalam berwarna putih kekuningan dengan tekstur lembut.

Cita rasa pakkat yang cenderung pahit. Namun, justru rasa pahit inilah yang membuatnya digemari. Sensasi pahit berpadu aroma bakaran yang khas menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan menu berbuka lainnya.

Banyak warga menyantap pakkat sebagai makanan tambahan setelah mengonsumsi hidangan utama.

Di Kabupaten Mandailing Natal, pakkat bukan sekadar makanan pelengkap. Pakkat telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Ramadhan yang terus bertahan.

Setiap sore menjelang magrib, penjual pakkat biasanya mulai dipadati pembeli yang ingin membawa pulang hidangan ini untuk keluarga.

Bahan utama pakkat berasal dari pucuk rotan muda yang masih segar. Rotan yang dipilih adalah bagian paling muda agar menghasilkan tekstur yang tidak keras.

Proses pembakaran dilakukan secara langsung di atas bara api untuk mempertahankan aroma alami sekaligus memberikan rasa khas pada daging rotan.

Bagi masyarakat Mandailing Natal, kehadiran pakkat saat Ramadhan selalu dirindukan. Hidangan ini menjadi simbol kebersamaan keluarga saat berbuka puasa.

Meski rasanya tidak manis seperti takjil pada umumnya, pakkat tetap memiliki tempat tersendiri di hati warga.

Keberadaan pakkat sebagai makanan khas Ramadhan menunjukkan kekayaan kuliner lokal yang masih terjaga. Tradisi ini terus diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi identitas kuliner masyarakat Mandailing Natal setiap bulan suci ramadhan.

(MJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dapat Bonus Rp100 Ribu, PT Azkyal Buat Program Referal Ajak Teman

24 July 2026 - 09:10 WIB

Pokja News Room Jaga Desa Provinsi Banten Resmi Dilantik Oleh Ketua Umum SMSI Pusat

23 July 2026 - 14:47 WIB

Listrik Padam di Panyabungan, Pengusaha Banyak yang Rugi

14 July 2026 - 13:31 WIB

Derita Balita Idap Kanker Mata, Orang Tua Butuh Bantuan Biaya Berobat

11 July 2026 - 08:41 WIB

Kejari Madina Diterpa Isu Kutipan Rp. 2.500.000 Perdesa

9 July 2026 - 11:13 WIB

Trending on Bisnis