Menu ✖

Dark Mode
Video Pengakuan Kasatlantas Sebut Oknum AKBP Dibalik Kasus Lakalantas Ke Hakim PN Madina Oknum Polisi dan Istri Anggota DPRD Tipu Puluhan Personel, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar Fakta Persidangan Korupsi, Ada Dugaan Aliran Dana ke Plt Kadis PUPR Madina Parkir di Masjid Agung Mulai Bayar Jelang Magrib, Pengendara Terkapar di Jalan Raya Mompang Julu BPBD Bersama Pihak PGA Pantau Ketat Perkembangan Gunung Sorik Marapi

Uncategorized

Diduga Tak Tersentuh Hukum, Aktivitas Kuari Galian C di Tapung Kampar Resahkan Masyarakat

badge-check


					Diduga Tak Tersentuh Hukum, Aktivitas Kuari Galian C di Tapung Kampar Resahkan Masyarakat Perbesar

KAMPAR, RIAU –azkyalnewsnetwork.com Aktivitas tambang kuari Galian C yang beroperasi di Jalan Garuda Sakti, Becah Kelubi, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, kini menuai protes keras dari warga setempat. Pasalnya, kegiatan penambangan yang diduga milik seorang pengusaha bernama Parlindungan Sitindaon ini dinilai kebal hukum dan mengabaikan dampak lingkungan serta keselamatan warga.

Masyarakat sekitar mengaku sangat dirugikan oleh operasional tambang tersebut. Selain merusak infrastruktur jalan, polusi debu dan hilir mudik kendaraan berat pengangkut material Galian C kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Warga merasa keluhan mereka selama ini diabaikan oleh pihak pengusaha maupun instansi dinas terkait.

Menyikapi kondisi yang kian memprihatinkan, warga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kapolsek Tapung dan Kapolres Kampar, untuk segera mengambil tindakan tegas. Masyarakat meminta pihak kepolisian turun ke lokasi guna menghentikan paksa operasional, menyita alat berat yang digunakan, serta menangkap pemilik usaha, Parlindungan Sitindaon, beserta pihak-pihak lain yang terlibat.

“Kami mempertanyakan kinerja aparatur negara terkait Galian C ini. Mengapa terkesan ada pembiaran? Apakah aparat harus menunggu jatuh korban jiwa akibat kecelakaan di jalan baru ada pergerakan dan tindakan?” ujar salah seorang perwakilan masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas penambangan di lokasi tersebut dilaporkan masih berjalan normal. Masyarakat berharap instansi penegak hukum dan dinas lingkungan hidup segera hadir memberikan solusi nyata sebelum konflik sosial atau kecelakaan fatal benar-benar terjadi di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Keluarga Azkyal Fikri Pertanyakan Kewenangan Wali Kelas Honorer dalam Pemberhentian Siswa SMA Negeri 3 Panyabungan

26 October 2026 - 11:10 WIB

Dikeluarkan Dari Sekolah oleh Guru Honorer, Atlet Madina Justru Berprestasi

26 October 2026 - 06:13 WIB

MPC PEMUDA PANCASILA PEKANBARU GELAR DONOR DARAH HUT KE-67

25 October 2026 - 08:46 WIB

EDUKASI HUKUM BAGI PELAJAR, KALAPAS BANGKINANG AJAK GENERASI MUDA LINDUNGI MASA DEPAN

14 October 2026 - 08:17 WIB

LAPAS KELAS IIA BANGKINANG MUSNAHKAN HANDPHONE HASIL RAZIA, PERKUAT KOMITMEN JAGA KEAMANAN DAN KETERTIBAN

14 October 2026 - 07:46 WIB

Trending on Uncategorized