Panyabungan, azkyalnewsnetwork.com – Keluhan terhadap pelayanan PT PLN (Persero) ULP Panyabungan kembali mencuat. Kali ini, kekecewaan mendalam dirasakan oleh pelanggan atas nama PT Azkyal Network Madina dengan ID Pelanggan 124100983691 yang beralamat di Banjar Pagur, Kelurahan Kotasiantar, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal.
Kekecewaan tersebut dipicu oleh tindakan Oknum petugas PLN yang melakukan pencabutan meteran listrik secara mendadak pada hari ini. Pencabutan ini diketahui akibat adanya keterlambatan pembayaran angsuran bulan berjalan sebesar Rp984.640.

Menurut keterangan Rahmat Hidayat yang merupakan owner PT Azkyal Network Madina, kedatangan petugas PLN ke lokasi awalnya bermaksud untuk melakukan pencabutan. Menanggapi hal tersebut, ia mengaku kooperatif dan langsung melakukan pelunasan pembayaran saat petugas berada di lokasi.

Namun, meski kewajiban pembayaran telah diselesaikan saat itu juga, petugas tetap melanjutkan proses pencabutan dan mengarahkan pelanggan untuk datang langsung ke kantor PLN Panyabungan.
” Hari ini pihak PLN datang ke rumah mencabut meteran listrik. Pas kedatangan mereka, saya langsung bayar, dan mereka minta juga (saya) ke kantor PLN. Saya sudah pergi ke sana untuk mengurusnya,” ujarnya, Selasa (31/3) malam.
Ia mengaku sangat menyayangkan sikap kaku dari petugas di lapangan. Menurutnya, seharusnya ada kebijakan atau diskresi ketika pelanggan menunjukkan itikad baik dengan langsung melunasi tunggakan di waktu yang sama, tanpa harus mencabut meteran listrik yang merupakan kebutuhan vital bagi operasional usaha.
Diakhir, Rahmat Hidayat mangaku telah mendatangi Kantor PLN Panyabungan sebanyak 2 kali untuk meminta penjelasan lebih lanjut dan menuntut agar aliran listrik segera disambungkan kembali mengingat kewajiban administrasi telah dipenuhi.
” Dari keterangan yang saya dapatkan, petugas yang berada di kantor PLN mengaku teknisi masih dilapangan,” ujarnya.
” Saya sangat berharap pihak PLN segera melakukan penyambungan kembali meteran listrik ke rumah kami. Mengingat listrik adalah kebutuhan vital, pemutusan ini telah melumpuhkan operasional usaha sekaligus menghambat aktivitas rumah tangga kami sehari-hari,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar dari pihak PLN, walaupun media ini sudah konfirmasi ke nomor +62 812-9904-79xx









