Menu

Dark Mode
Video Pengakuan Kasatlantas Sebut Oknum AKBP Dibalik Kasus Lakalantas Ke Hakim PN Madina Oknum Polisi dan Istri Anggota DPRD Tipu Puluhan Personel, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar Fakta Persidangan Korupsi, Ada Dugaan Aliran Dana ke Plt Kadis PUPR Madina Parkir di Masjid Agung Mulai Bayar Jelang Magrib, Pengendara Terkapar di Jalan Raya Mompang Julu BPBD Bersama Pihak PGA Pantau Ketat Perkembangan Gunung Sorik Marapi

Pemerintah

Jalan ke Pantai Barat Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Cepat Turun Tangan

badge-check


					Jalan ke Pantai Barat Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Cepat Turun Tangan Perbesar

MADINA azkyalnewsnetwork.com -Jalan menuju Pantai Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kian hari semakin rusak parah.

Kini warga dibuat geram. Mereka menilai Pemkab Madina tak serius mengawal usulan perbaikan, sementara Pemprov Sumut dianggap tutup mata.

“Apa harus putus dulu jalan ini baru ditindaklanjuti? Ataukah harus ada reaksi warga dulu baru Pemprov Sumut mau memperbaiki?” kata seorang warga saat ditemui di titik terparah Desa Sopotinjak, Kecamatan Batangnatal, Selasa (21/4/2026).

Kerusakan paling parah terjadi di ruas Simpanggambir–Jembatan Merah. Statusnya jalan provinsi.

Saipuddin, warga Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, menyebut waktu tempuh ke Panyabungan kini molor jadi 3–4 jam. Padahal normalnya hanya 2,5 jam.

“Kita merasa saat ini lebih dekat ke Provinsi Sumatera Barat daripada ke ibukota Kabupaten Madina,” tegas Saipuddin.

Kondisi ini membuat warga kembali menyuarakan pemekaran Pantai Barat dari Madina. Alasannya, wilayah tersebut kerap “dianaktirikan” dalam pembangunan.

Saipuddin menilai, meski jalan berstatus milik provinsi, Pemda Madina tak boleh lepas tangan. Ia menyarankan Bupati menggunakan diskresi untuk mengajak perusahaan perkebunan yang beroperasi di Pantai Barat ikut menimbun titik-titik rusak.

“Banyak perusahaan di Pantai Barat. Apa tidak bisa bantu penimbunan? Kan mobil perusahaan tiap hari lewat jalan itu. Kenapa harus tunggu provinsi yang lamban penanganannya?” ujarnya.

Selain akibat bencana, truk CPO dan angkutan sawit milik perusahaan disebut jadi salah satu penyebab jalan cepat hancur. Warga minta Pemda, Pemprov, dan perusahaan duduk bersama sebelum akses utama Pantai Barat lumpuh total.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Revitalisasi Pisang Kepok, Tim Ahli UMA Tinjau Lahan Sipalangka untuk Proyek Terintegrasi

27 April 2026 - 14:02 WIB

Petani Menjerit, Lahan Pertanian Tertimbum Material Banjir Sejak Tahun Lalu

25 April 2026 - 07:09 WIB

Satpol PP Medan Tertibkan PKL di Jalan Dr. Mansyur, Lapak yang Ganggu Trotoar Diamankan

23 April 2026 - 08:37 WIB

Pegawai Dishub Madina Terjerat Narkoba, Bupati Pastikan Sanksi Tegas

22 April 2026 - 15:07 WIB

Penampakan Harimau Sumatera Gegerkan Pekerja dan Warga

22 April 2026 - 07:28 WIB

Trending on Pemerintah