TAPANULI SELATAN azkyalnewsnetwork.com – Kemunculan seekor Harimau Sumatera dewasa di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT North Sumatera Hydro Energy membuat geger para pekerja dan warga di Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Penampakan satwa dilindungi tersebut pertama kali terekam dalam video amatir warga yang memperlihatkan harimau berjalan santai melintasi ruas jalan perusahaan sebelum masuk ke area semak belukar.

Tak berselang lama, dua hari kemudian, seorang operator alat berat kembali merekam kemunculan harimau dengan jarak sekitar 30 meter dari posisinya. Video tersebut pun viral di media sosial dan menjadi perbincangan luas.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Hasilnya, ditemukan sejumlah jejak kaki harimau di dua titik berbeda yang berjarak sekitar 10 kilometer.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III BKSDA Sumut, Susilo Ari Wibowo, menjelaskan bahwa kemunculan harimau tersebut terjadi pada 15 dan 17 April 2026. Pihaknya memastikan bahwa area tersebut memang merupakan jalur lintasan alami harimau.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, kami menemukan beberapa jejak di jalan inspeksi perusahaan. Lokasi ini memang termasuk jalur perlintasan harimau,” ujarnya Rabu (22/4/2026) siang.
Selain itu, BKSDA juga telah memberikan pelatihan kepada para pekerja perusahaan terkait langkah-langkah yang harus dilakukan apabila kembali berhadapan dengan satwa liar tersebut.
Petugas mengimbau masyarakat, khususnya petani dan pekerja di sekitar lokasi, agar meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pagi hari yang terlalu awal serta menjelang sore hingga malam hari, yang merupakan waktu aktif harimau.
Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan perburuan liar maupun memasang jerat, karena berisiko membahayakan satwa dilindungi tersebut yang hidup di kawasan hutan Tapanuli. Upaya ini penting untuk menjaga keselamatan manusia sekaligus kelestarian Harimau Sumatera yang kini populasinya semakin terancam.
(D/A)













