Madina, azkyalnewsnetwork.com – Ujian kenaikan tingkat Tapak Suci Pimda 284 Kabupaten Mandailing Natal menjadi momentum penting dalam pembinaan mental, spiritual, dan kemampuan bela diri para peserta. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari proses pembentukan karakter mukmin yang kuat, sesuai moto.“mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah.”
Ujian kenaikan tingkat diikuti oleh anggota Tapak Suci dari berbagai wilayah di Mandailing Natal. Para peserta menjalani serangkaian tahapan penilaian yang mencakup kemampuan teknik bela diri, kedisiplinan, ketahanan fisik, serta pemahaman nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar ajaran Tapak Suci.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada tanggal 7-8 Februari 2026 di komplek Muhammadiyah Desa Gunung Tua Panggorengan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.
Salah satu peserta “Azkyal Fikri” yang mengikuti ujian tersebut pada saat ini diketahui sudah menjejaki kenaikan tingkat Melati 4 dengan bimbingan pelatih Dewan Pimpinan Daerah Tapak Suci Madina “Agussalim.

Para pelatih dan penguji akan memberikan penilaian secara objektif untuk memastikan setiap peserta benar-benar layak naik tingkat. Proses ini tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga membentuk sikap tanggung jawab, kejujuran, dan akhlak mulia.
Pimpinan daerah Tapak Suci Pimda 284 Mandailing Natal menegaskan bahwa ujian kenaikan tingkat bukan sekadar seremoni. “Kegiatan ini merupakan sarana pembinaan generasi muda agar memiliki kekuatan iman, ilmu, dan amal. Dengan demikian, anggota Tapak Suci diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat”, sebutnya.
Selain aspek bela diri, kegiatan juga menanamkan nilai persaudaraan dan kebersamaan. Para peserta didorong untuk saling mendukung serta menjunjung tinggi sportivitas selama proses ujian berlangsung. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter yang tangguh dan berintegritas.
Melalui ujian kenaikan tingkat ini, Tapak Suci Pimda 284 Mandailing Natal berkomitmen terus mencetak generasi mukmin yang kuat secara fisik, mental, dan spiritual. Harapannya, para anggota mampu berkontribusi positif bagi lingkungan serta menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.(MJ)














