Pekanbaru:azkyalnewsnetwork.com- Viral di berbagai media sosial maupun media online keributan antara Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Pekanbaru, Iwan Pansa dengan mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul), Suparman, dalam beberapa hari ini. Keributan cekcok mulut tersebut terjadi di salah satu kafe di Jalan Arifin Achmad.
Dalam video itu, tampak Iwan Pansa berdiri di depan Suparman yang duduk di atas meja, dan disitulah terjadi cekcok mulut.

Ketika itu, Suparman sedang duduk semeja dengan tiga orang yang sudah tua. Salah satunya adalah Taufik Tambusai, yang disebut sebagai salah satu tokoh Riau asal Rohul.
Suparman yang hendak berdiri, namun disuruh duduk oleh Iwan sambil memegang pundaknya. Mereka berdua terlihat adu mulut. Namun, tak begitu jelas apa yang mereka bicarakan.
Tak lama kemudian, Taufik Tambusai berdiri dan langsung dibentak oleh Iwan dengan perkataan kotor, disuruh duduk dan diam. Setelah itu Iwan kembali bicara dengan Suparman tentang masalah mereka. Suparman tampak meladeni Iwan dengan tenang dan bicara merendah. Dia juga terlihat mencoba meredam amarah Iwan.
Dalam percakapan itu, Iwan membentak Suparman dengan perkataan kotor dan menyuruh diam. Keributan itu hanya sebatas cekcok mulut, tidak sampai terjadi kontak fisik. Namun, sepanjang keributan dalam video itu, tidak ada terlihat pengunjung lainnya yang melerai. Iwan Pansa saat dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian itu. Dia menyebut keributan itu terjadi tiga hari lalu.
“Ya, itu kejadian tiga hari yang lalu di kafe Wareh Kopi,” akui Iwan kepada awak media melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (5/5/2026).
Iwan juga mengakui ada pertikaian dengan Suparman. Namun, ia menegaskan permasalahan itu merupakan urusan pribadi. Tidak ada membawa-bawa suku, politik maupun organisasi.
“Itu masalah pribadi saya dengan dia. Saya menegaskan di sini saya tidak ada menyinggung suku Melayu. Saya sendiri orang Melayu, istri saya orang Melayu. Saya juga tidak ada bawa-bawa organisasi, tidak ada politik juga. Jadi ini murni pribadi,” kata Iwan.
Iwan juga mengakui sempat berkata kotor kepada Suparman dan Taufik Tambusai. Dia bilang, hal itu karena emosi melihat keduanya berdiri dan merasa akan diserang.
“Pas saya datang itu Suparman langsung berdiri. Begitu juga dengan Pak Taufik Tambusai, dia tiba-tiba berdiri, makanya saya spontan berkata kotor itu, saya pikir dia mau menyerang saya. Jadi itu spontan saya berkata kotor, karena emosi,” jelas Iwan.
Dalam video viral itu, Iwan diduga mengeluarkan kata ancaman membunuh kepada Suparman. Namun, Iwan membantah berkata seperti itu. “Saya bilang buru, bukan bunuh. Saya bilang ke dia “kalau buat masalah lagi aku buru kau”,” kata Iwan. Disebut membawa massa PP saat keributan di kafe tersebut, Iwan juga membantahnya. Ia mengaku datang hanya berdua dengan sopirnya.
“Enggak ada saya bawa massa. Tidak benar itu. Saya cuma datang berdua sama sopir. Boleh dicek CCTV kafe,” kata Iwan.
Sumber: Kompas 1














