MADINA azkyalnewsnetwork.com – Toge Panyabungan menjadi salah satu kudapan segar yang banyak diburu warga saat bulan suci Ramadhan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Rasa manis dari gula aren yang berpadu dengan gurihnya santan serta lembutnya pulut atau beras ketan, menjadikan kudapan legendaris ini cocok sebagai pelepas dahaga setelah seharian menahan lapar dan haus.

Toge Panyabungan merupakan kudapan sejenis cendol khas Mandailing yang selalu hadir di lapak-lapak penjual takjil setiap Ramadhan.
Perpaduan pulut, beras ketan, kuah santan, dan gula aren cair menciptakan cita rasa khas yang menyegarkan.
Dalam proses pembuatannya, kudapan ini terbilang cukup rumit dibandingkan dengan takjil lainnya. Beras ketan diolah menjadi lupis serta candil berbentuk bulatan kecil.
Setelah itu, disiram dengan kuah santan dan gula aren yang telah dicairkan, sehingga menghasilkan rasa manis yang pas dan tekstur yang lembut di mulut.

Salah seorang pembuat sekaligus penjual Toge Panyabungan, Mariani, mengatakan bahwa permintaan selama Ramadhan meningkat drastis dibanding hari biasa.
“Kalau bulan puasa seperti ini, produksi bisa sampai empat kali lipat dari biasanya. Banyak warga yang mencari Toge untuk berbuka,” ujarnya.
Untuk satu porsi Toge Panyabungan, pembeli cukup merogoh kocek sebesar Rp6.000. Harga yang terjangkau ini membuat kudapan tradisional tersebut tetap diminati berbagai kalangan.
Kehadiran Toge Panyabungan bukan sekadar takjil pelepas dahaga, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi khas Ramadhan di tanah Mandailing.
Setiap tahunnya, kudapan ini selalu hadir dan menjadi menu favorit masyarakat saat waktu berbuka tiba.
(DD)














