Menu

Dark Mode
Video Pengakuan Kasatlantas Sebut Oknum AKBP Dibalik Kasus Lakalantas Ke Hakim PN Madina Oknum Polisi dan Istri Anggota DPRD Tipu Puluhan Personel, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar Fakta Persidangan Korupsi, Ada Dugaan Aliran Dana ke Plt Kadis PUPR Madina Parkir di Masjid Agung Mulai Bayar Jelang Magrib, Pengendara Terkapar di Jalan Raya Mompang Julu BPBD Bersama Pihak PGA Pantau Ketat Perkembangan Gunung Sorik Marapi

Kesehatan

BRI dan BPBD Madina Bangun Kerja Sama Tanggap Darurat

badge-check


					BRI dan BPBD Madina Bangun Kerja Sama Tanggap Darurat Perbesar

MADINA azkyalnewsnetwork.com – Di tengah dinamika alam yang tak selalu bisa diprediksi, kolaborasi menjadi kunci. Itulah semangat yang terbangun antara Bank Rakyat Indonesia (BRI) Panyabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mandailing Natal (BPBD Madina) dalam memperkuat ketahanan daerah.

Kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, sinergi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat Mandailing Natal yang kerap dihadapkan pada potensi bencana alam, mulai dari banjir hingga longsor di sejumlah wilayah.

Pemimpin BRI Panyabungan, Benny Susanto, menyampaikan bahwa peran perbankan tak hanya soal layanan keuangan, tetapi juga kehadiran nyata di tengah masyarakat. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Ketika masyarakat menghadapi situasi sulit, kami turut hadir mendukung upaya penanggulangan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (18/2/2026).

Sementara itu, Kaban BPBD Madina, Mukhsin Nasution, menegaskan bahwa dalam penanggulangan bencana sangat dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang melibatkan lima unsur atau pentahelix pemangku kepentingan utama, yakni pemerintahan, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan media.

Menurutnya, keterlibatan semua unsur tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan daerah yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, kaitan BRI dengan BPBD Madina baru-baru ini mencakup dukungan moril serta bantuan logistik kepada korban bencana. Ke depan, BRI juga direncanakan akan menjadi penyalur Bantuan Stimulan Rumah Rusak (BSRR) bagi masyarakat terdampak.

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,” ujarnya singkat.

Mukhsin juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memberikan keterangan lebih rinci. “Mohon maaf, untuk konfirmasi lebih lengkapnya akan saya jawab di lain kesempatan, saya masih mengikuti rapat,” katanya.

Di lapangan, sinergi ini diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan mitigasi, edukasi kebencanaan, hingga kesiapsiagaan tanggap darurat. Bagi masyarakat, kehadiran dua institusi ini menjadi simbol bahwa ketahanan daerah dibangun bersama, bukan oleh satu pihak semata.

Ketahanan bukan hanya tentang bertahan setelah bencana datang, tetapi juga tentang kesiapan sebelum risiko itu terjadi. Di Mandailing Natal, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi harapan baru—bahwa di balik setiap potensi ancaman, selalu ada upaya bersama untuk menjaga keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.

(AFS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pokja News Room Jaga Desa Provinsi Banten Resmi Dilantik Oleh Ketua Umum SMSI Pusat

23 July 2026 - 14:47 WIB

Kasus Rudapaksa Anak, Grib Jaya Desak Polisi Tangkap 2 DPO

23 July 2026 - 12:28 WIB

PDI Madina Musancab, Targetkan Tambah Kursi DPRD pada Pemilu Mendatang

22 July 2026 - 09:14 WIB

Listrik Padam di Panyabungan, Pengusaha Banyak yang Rugi

14 July 2026 - 13:31 WIB

Derita Balita Idap Kanker Mata, Orang Tua Butuh Bantuan Biaya Berobat

11 July 2026 - 08:41 WIB

Trending on Adventorial