Menu

Dark Mode
Video Pengakuan Kasatlantas Sebut Oknum AKBP Dibalik Kasus Lakalantas Ke Hakim PN Madina Oknum Polisi dan Istri Anggota DPRD Tipu Puluhan Personel, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar Fakta Persidangan Korupsi, Ada Dugaan Aliran Dana ke Plt Kadis PUPR Madina Parkir di Masjid Agung Mulai Bayar Jelang Magrib, Pengendara Terkapar di Jalan Raya Mompang Julu BPBD Bersama Pihak PGA Pantau Ketat Perkembangan Gunung Sorik Marapi

Hukum & Kriminal

Masyarakat Apresiasi Tindakan Gubsu Tertibkan PETI di Madina

badge-check


					Masyarakat Apresiasi Tindakan Gubsu Tertibkan PETI di Madina Perbesar

MADINA azkyalnews.com – Langkah tegas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Tim Terpadu dalam menindak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Kotanopan hingga kawasan Sungai Batang Gadis, Muara Mais, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satu masyarakat, Umar Lubis, menyampaikan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam memberantas tambang emas ilegal yang selama ini dinilai telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam kehidupan masyarakat.

Umar Lubis menceritakan kondisi lingkungan di Kabupaten Mandailing Natal saat ini sudah sangat memprihatinkan. Ini merupakan akibat ulah segelintir oknum yang hanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan dampak jangka panjang terhadap alam maupun masyarakat.

“Sudah saatnya kita semua berdiri bersama mendukung langkah pemerintah. Jangan sampai kepentingan segelintir orang mengorbankan masa depan anak cucu kita. Alam yang rusak akan meninggalkan penderitaan yang panjang bagi masyarakat,” ujarnya kepada media, Minggu (5/7/2026).

Dia mengungkapkan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah hilir sungai menjadi pihak yang paling merasakan dampak aktivitas PETI. Sungai yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini berubah keruh dan diduga tercemar akibat aktivitas pertambangan ilegal.

“Dulu masyarakat menggantungkan hidup dari sungai. Banyak yang mencari ikan untuk kebutuhan keluarga. Sekarang air sungai sudah tercemar, ikan semakin sulit didapat, dan ekosistem sungai rusak akibat ulah manusia-manusia yang serakah,” katanya.

Umar Lubis menegaskan bahwa kerusakan tersebut tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, merusak mata pencaharian warga, serta meningkatkan risiko banjir dan longsor akibat rusaknya daerah aliran sungai.

Ia juga berharap Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, tidak pernah berhenti memperjuangkan penyelamatan Mandailing Natal dari ancaman pertambangan emas ilegal.

“Kami memohon kepada Bapak Gubernur Bobby Nasution agar tetap konsisten dan tidak pernah berhenti menyelamatkan Mandailing Natal. Masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam upaya memberantas PETI. Kami berharap operasi penertiban terus dilakukan hingga benar-benar tidak ada lagi tambang ilegal yang merusak hutan, sungai, dan kehidupan masyarakat,” ujar Umar.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan praktik tambang ilegal yang dinilai semakin merajalela dan diduga dikendalikan oleh oknum-oknum mafia tambang.

“Mari kita bersama-sama melawan tambang ilegal. Jangan biarkan segelintir orang memperkaya diri dengan menghancurkan tanah yang menjadi sumber kehidupan kita. Laporkan jika mengetahui adanya aktivitas PETI. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Menurutnya, jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan, maka masyarakat sendiri yang akan menanggung akibatnya di kemudian hari.

“Jangan sampai Tanah Gordang Sambilan yang kita banggakan berubah menjadi kubangan air akibat keserakahan manusia. Hutan habis, sungai rusak, ikan menghilang, sawah terdampak, dan bencana akan datang silih berganti. Sebelum alam murka kepada kita, mari kita jaga bersama bumi yang kita warisi dari leluhur untuk kita titipkan kepada generasi mendatang,” tuturnya.

Umar Lubis berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar pemberantasan PETI dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, menyelamatkan Mandailing Natal dari tambang ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga menjaga warisan alam, sumber kehidupan masyarakat, dan masa depan generasi yang akan datang.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Mengutuk Tindakan Brutal terhadap Jurnalis di Siak, Desak Kepolisian Tangkap Pelakunya

25 July 2026 - 09:36 WIB

Pokja News Room Jaga Desa Provinsi Banten Resmi Dilantik Oleh Ketua Umum SMSI Pusat

23 July 2026 - 14:47 WIB

Kasus Rudapaksa Anak, Grib Jaya Desak Polisi Tangkap 2 DPO

23 July 2026 - 12:28 WIB

Derita Balita Idap Kanker Mata, Orang Tua Butuh Bantuan Biaya Berobat

11 July 2026 - 08:41 WIB

Kejari Madina Diterpa Isu Kutipan Rp. 2.500.000 Perdesa

9 July 2026 - 11:13 WIB

Trending on Bisnis