Menu

Dark Mode
Video Pengakuan Kasatlantas Sebut Oknum AKBP Dibalik Kasus Lakalantas Ke Hakim PN Madina Oknum Polisi dan Istri Anggota DPRD Tipu Puluhan Personel, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar Fakta Persidangan Korupsi, Ada Dugaan Aliran Dana ke Plt Kadis PUPR Madina Parkir di Masjid Agung Mulai Bayar Jelang Magrib, Pengendara Terkapar di Jalan Raya Mompang Julu BPBD Bersama Pihak PGA Pantau Ketat Perkembangan Gunung Sorik Marapi

Ekonomi

Petani Sayur Matua Menanti Janji Manis Kalaksa BPBD Madina

badge-check


					Petani Sayur Matua Menanti Janji Manis Kalaksa BPBD Madina Perbesar

MADINA azkyalnewsnetwork.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai ingkar janji terkait penyaluran bantuan pangan bagi petani terdampak bencana alam di Desa Sayur Matua, Kecamatan Nagajuang.

Hingga kini, warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana pada November 2025 lalu tersebut belum menerima bantuan logistik yang dijanjikan. Korban kini masih menunggu ‘janji manis’ tersebut.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Madina, Mukhsin Nasution, menyatakan pada 25 April 2026 bahwa bantuan kebutuhan dasar akan disalurkan dalam waktu tiga hari. Namun, hingga Minggu (3/5/2026), janji tersebut telah melampaui batas waktu selama empat hari.

“Tiga hari inilah, aku siapkan dulu logistiknya dan saya minta dulu data warga (terdampak) dari Kepala Desa,” ujar Mukhsin saat itu, usai memberikan keterangan mengenai payung hukum pemberian bantuan sembako.

Kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Selain bantuan yang tak kunjung datang, proses administrasi seperti pendataan warga pun dikabarkan mandek.

Sulhanuddin, salah satu warga Sayur Matua, mengonfirmasi bahwa belum ada bantuan pangan yang masuk dari pemerintah daerah. “Belum ada apa pun, Bang, sesuai yang dijanjikan,” keluhnya.

Kades Sayur Matua menegaskan bahwa pihak BPBD maupun Dinas Sosial belum ada yang turun untuk meminta data warga yang lahan pertaniannya terdampak bencana.

Plt. Kepala Dinas Sosial, Dr. Ahmad Duroni, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu data resmi dari BPBD. Menurutnya, Dinas Sosial tidak bisa bergerak tanpa data tunggal tersebut.

“BPBD yang menentukan siapa saja yang terdampak bencana. Data tunggal dari BPBD ke Dinas Sosial, selanjutnya Dinas Sosial akan memadankan data tersebut,” terang Ahmad Duroni.

Padahal, Bupati Madina Saipullah Nasution telah memberikan instruksi langsung saat meninjau lahan pertanian di Saba Lama, Sayur Matua, pada Senin (27/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati memerintahkan Kalaksa BPBD untuk segera mendata korban guna pemberian bantuan sembako dan beras.

Bupati Saipullah menekankan bahwa selain perbaikan infrastruktur, aspek ekonomi warga yang kehilangan sumber pendapatan harus menjadi prioritas utama. Namun, lambatnya respons birokrasi di tingkat BPBD membuat instruksi orang nomor satu di Madina tersebut hingga kini belum terealisasi bagi masyarakat Sayur Matua.

 

(D/I)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Generasi Muda GRIB Jaya Madina Kritik Keras Pemkab, Hari Buruh 2026 Nyaris Tanpa Makna

1 May 2026 - 03:58 WIB

Minim Perhatian, Hari Buruh di Madina Tanpa Pemkab

1 May 2026 - 03:14 WIB

Peringatan Hari Buruh 2026 di Markas GRIB Jaya, Wakapolres Madina Serahkan Tumpeng

1 May 2026 - 02:47 WIB

Konsultasi Izin Lingkungan Menuju IPR, Warga Madina Temui Kadis ESDM Sumut

1 May 2026 - 00:47 WIB

Polres Madina dan Warga Aek Mata Bangun Jembatan Merah Putih Presisi Polri

28 April 2026 - 07:26 WIB

Trending on Pemerintah