MADINA azkyalnewsnetwork.com– Fardiansyah Sitompul (36), diduga menjadi korban pembunuhan sadis oleh sekelompok orang pada Rabu dinihari (8/4/2026) di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Korban diduga sebelumnya diculik dari tempat usaha galundung yang berada di samping rumahnya di belakang SMPN 1 Lintas Barat Desa Panyabungan Tonga.

Hal tersebut diungkapkan oleh kerabatnya, bernama Yakub. Menurut keterangan Yakub, sekitar pukul 03.00 wib dinihari dirinya masih sempat menerima panggilan telepon dari korban.
“Namun karena sudah tidur saya gak dengar ada telepon masuk, dan pas saya telepon balik tidak aktif lagi”, ucapnya melalaui telepon, Rabu siang (8/4).
Yakub yang merupakan sepupu korban menyebutkan, tidak mengetahui apa motif dari kejadian tersebut. Karena menurutnya korban tidak memiliki musuh dan tidak ada berselisih paham dengan orang lain.
Yakub menilai perbuatan biadab yang menimpa saudara nya itu adalah perbuatan yang sudah direncanakan dan pelakunya lebih dari 2 orang.
“Jadi saya heran, saya lihat digalundung, keretanya (Sepeda Motor) masih ada, sendalnya juga ada, jadi bisa saya simpulkan dia dibawa paksa, seperti diculik, dan pelaku yang jemput lebih dari satu orang,” ucapnya.
Dia menceritakan, isteri korban juga tidak memiliki firasat apapun soal kepergian sang suami.
“Namun tadi pagi sekitar pukul 08.00 wib istrinya bertanya ke saya dimana suaminya, saya jawab tidak tahu, terus kemudian ada keluarga yang mengabari terkait keberadaan korban yang sudah meninggal di RSUD Panyabungan,” ungkapnya.
Yakub juga membenarkan adanya luka bacok disekujur tubuh korban, diduga dilakukan oleh banyak orang.
Sementara itu, Butet juga keluarga korban yang dihubungi terpisah juga mengaku shock dengan kejadian tersebut.
Almarhum kata dia meninggalkan dua anak yatim, Salwa masih kelas 1 SD dan Marwa masih usia 4 tahun.
Menurut keduanya, saat ini mayat korban masih berada di ruang mayat RSUD Panyabungan lama depan SMA 1 Panyabungan.
Baik Yakub maupun Butet meminta aparat kepolisian agar mengungkap tuntas kasus pembunuhan berencana ini.
“Sadis, polisi harus bisa secepatnya mengusut tuntas siapa – siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, dan kami minta agar pelaku dapat dihukum seberat – beratnya”, ucapnya.
(AFS)













