MADINA azkyalnewsnetwork.com – Sebanyak 342 jemaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi memulai perjalanan ibadah mereka menuju Tanah Suci. Sore ini, Minggu 26 April 2026, jemaah akan bertolak dari Masjid Agung Nur Alannur ke Asrama Haji Kota Medan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Madina, Ahmad Zainul Khobir, menjelaskan bahwa para jemaah akan menghabiskan waktu total selama 41 hari untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji, termasuk waktu perjalanan pulang-pergi.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, rombongan jemaah haji Madina dijadwalkan akan tiba kembali di kampung halaman pada 8 Juli 2026 pukul 22.00 WIB.
Sebelum terbang ke Arab Saudi, seluruh jemaah terlebih dahulu mengikuti kegiatan di Asrama Haji Kota Medan untuk menjalani serangkaian prosedur akhir.
Zainul Khobir merinci beberapa agenda penting di asrama, di antaranya, pemeriksaan kesehatan akhir. Dalam rangkaian ini, panitia memastikan seluruh jemaah dalam kondisi fisik prima dan layak untuk diberangkatkan.
Seterusnya pemberian identitas. Berbentuk gelang identitas dan paspor kepada setiap jemaah, serta penyerahan uang saku sebesar 750 Rial.
“Tahun ini ada perubahan aturan. Jika sebelumnya biaya hidup diberikan di Madinah, sekarang diberikan langsung di Embarkasi melalui sistem yang disebut Nusuk,” jelas Zainul.
Menanggapi fluktuasi jumlah jemaah di mana tahun 2025 tercatat sebanyak 358 orang dan tahun 2026 menjadi 342 orang, Zainul menegaskan bahwa hal tersebut bukan merupakan pengurangan kuota secara sengaja. Perubahan ini merupakan dampak dari regulasi baru sejak dibentuknya Kementerian Haji dan Umrah tahun ini.
“Dalam regulasi terbaru, masa daftar tunggu disamakan di seluruh Indonesia menjadi 26 tahun. Jadi, jemaah yang berangkat tahun ini adalah mereka yang telah mendaftar sejak akhir tahun 2013,” ungkapnya.
Terkait adanya jemaah yang batal berangkat karena kendala kesehatan, hamil, atau meninggal dunia, Zainul menyebut posisi mereka telah digantikan oleh jemaah dari daftar cadangan.
“Dari 105 orang cadangan yang disiapkan, saat ini tersisa 14 orang karena mayoritas jemaah utama berhasil memenuhi syarat keberangkatan,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Madina Saipullah Nasution memberikan instruksi khusus kepada para pendamping haji dan tenaga medis untuk memberikan pengawasan maksimal kepada seluruh jemaah.
Mengingat kondisi di Tanah Suci yang sangat ramai dan padat, Bupati menekankan bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik yang menguras tenaga. Ia meminta agar aspek kesehatan, pola makan, dan waktu istirahat jemaah benar-benar diperhatikan.
“Kami titipkan jemaah kepada pendamping maupun dokter agar senantiasa memperhatikan kondisi mereka. Jika fisik tidak kuat atau tidak sehat, tentu ibadah menjadi kurang khusyuk dan hikmahnya tidak maksimal,” pesan Saipullah usai melepas 11 bus ALS yang membawa rombongan.
Pemerintah Daerah Madina berkomitmen memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama perjalanan menuju Asrama Haji Medan.
Beberapa fasilitas yang disiapkan, yakni 11 unit bus ALS disiapkan untuk mengangkut jemaah, penyiagaan unit ambulans untuk mengantisipasi keadaan darurat di jalan, Pendampingan melekat dari tim medis, hingga pendamping haji.
“Pemerintah Daerah bertanggung jawab penuh. Mulai dari perjalanan di darat hingga jemaah melangkah ke tangga pesawat, semuanya tetap dalam pengawalan kami,” tegasnya.
(D/I)














