MADINA azkyalnewsnetwork.com – Ketupat santan menjadi menu tradisional yang selalu hadir dan dinantikan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal saat menyambut Hari Raya Idul Fitri. Hidangan ini bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian penting dari budaya dan kebersamaan keluarga.
Ketupat santan Mandailing Natal dikenal dengan cita rasanya yang gurih dan khas. Terbuat dari ketupat yang dimasak dengan santan serta bumbu rempah pilihan, makanan ini sering disajikan bersama lauk pelengkap seperti ayam kampung, rendang, atau sambal. Kombinasi tersebut menjadikan hidangan ini istimewa di hari kemenangan.

Ketupat santan menjadi simbol perayaan Idul Fitri di Mandailing Natal. Hampir setiap rumah menyiapkan menu ini sebagai sajian utama untuk keluarga dan tamu yang datang bersilaturahmi. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan tetap dijaga hingga sekarang.
“Setiap mau lebaran kita selalu masak ketupat pak, karena kalau kita disini biasanya setelah salam-salaman akan disajikan ketupat santan untuk disantap bersama keluarga”, sebut riyadoh warga Gunung Tua saat ditemui tengah memasak ketupat di belakang rumahnya pada, Kamis 19/03/26 sore.
Selain sebagai makanan khas, ketupat santan juga memiliki makna kebersamaan. Proses memasaknya biasanya dilakukan bersama anggota keluarga, mulai dari menyiapkan bahan hingga memasak dalam jumlah besar. Momen ini menjadi ajang mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Bagi masyarakat Mandailing Natal, ketupat santan bukan hanya hidangan biasa, tetapi juga bagian dari identitas budaya daerah. Kehadirannya saat Idul Fitri menjadi tanda bahwa tradisi masih hidup dan terus dilestarikan.
Dengan cita rasa yang khas dan nilai budaya yang kuat, ketupat santan tetap menjadi menu favorit yang tidak tergantikan di tengah perkembangan zaman.
(MJ)














