TAPANULI TENGAH azkyalnewsnetwork.com – Sejumlah warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara, terpaksa kembali mengungsi setelah banjir susulan yang membawa gelondongan kayu menerjang wilayah tersebut pada Rabu (11/02/2026) sore hingga malam.

Banjir yang kembali melanda Kecamatan Tukka ini membuat rumah-rumah warga yang sebelumnya telah dibersihkan dari sisa banjir bandang beberapa waktu lalu kembali dipenuhi air, lumpur, serta material kayu.
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan setengah badan jalan di Desa Hutabolon, Kecamatan Tukka, amblas akibat tergerus arus deras.
Kondisi ini membuat akses jalan terancam putus dan tidak dapat dilalui kendaraan. Akibat banjir susulan tersebut, sejumlah warga kembali dievakuasi ke Gedung Olahraga (GOR) Pandan.
Ketinggian air yang mencapai kurang lebih dua meter membuat rumah warga tidak dapat ditempati.

Salah seorang pengungsi, Rahdianti Tanjung, mengaku dirinya bersama keluarga besar terpaksa mengungsi untuk kedua kalinya karena rumah mereka kembali terendam banjir.
“Waktu itu kami di rumah, hujan lebat sekali. Kami masuk ke sini sekitar jam 6 sore, saat itulah air sungai meluap. Kami sempat lari ke rumah tetangga, tapi di sana juga air datang dan kami ketakutan,” ujarnya.
Rahdianti juga mengeluhkan minimnya logistik di lokasi pengungsian. Ia menyebutkan bahwa dirinya bersama keluarga, termasuk anak yang masih kecil, hanya mendapatkan makanan seadanya.
“Kami dari jam 4 sampai jam 6 baru dapat makan, cuma roti. Saya minta dibagi karena lapar, apalagi anak saya masih kecil. Kami di sini sama keluarga suami, anak, mertua, dan ipar,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan para pengungsi, terutama balita dan lansia yang berada di lokasi pengungsian.
Selain itu, ia juga meminta agar alat berat segera diturunkan untuk menangani dampak banjir.
“Rumah kami belum sempat ditempati setelah banjir pertama, sekarang datang lagi. Sudah dua kali kami kena banjir. Becak untuk nafkah kami juga sudah tenggelam. Kami berharap pemerintah bantu kami,” harapnya.

Pada Rabu malam, personel Polres Tapanuli Tengah turut melakukan evakuasi terhadap seorang lansia yang tidak sadarkan diri akibat panik dan trauma saat banjir terjadi.
Lansia tersebut dievakuasi dengan cara digendong dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga kini, warga masih bertahan di lokasi pengungsian sembari menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah.
(DD)











