Menu

Dark Mode
Video Pengakuan Kasatlantas Sebut Oknum AKBP Dibalik Kasus Lakalantas Ke Hakim PN Madina Oknum Polisi dan Istri Anggota DPRD Tipu Puluhan Personel, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar Fakta Persidangan Korupsi, Ada Dugaan Aliran Dana ke Plt Kadis PUPR Madina Parkir di Masjid Agung Mulai Bayar Jelang Magrib, Pengendara Terkapar di Jalan Raya Mompang Julu BPBD Bersama Pihak PGA Pantau Ketat Perkembangan Gunung Sorik Marapi

Hukum & Kriminal

Praktik Oknum di SPBU Pantai Barat, Masyarakat Dirugikan oleh Antrean Panjang

badge-check


					Praktik Oknum di SPBU Pantai Barat, Masyarakat Dirugikan oleh Antrean Panjang Perbesar

MADINA azkyalnewsnetwork.com – Dugaan praktik tidak tertib oleh oknum di SPBU Pantai Barat menuai kritik keras dari berbagai pihak. Aktivitas pengisian BBM yang diduga menggunakan wadah dalam jumlah besar tanpa prosedur yang jelas telah menyebabkan antrean panjang dan merugikan masyarakat luas.

Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian serius dalam pengawasan distribusi BBM. SPBU yang seharusnya menjadi fasilitas pelayanan publik justru terkesan dibiarkan serta diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.

Masyarakat setempat mengeluhkan lamanya antrean yang tidak wajar. Tidak sedikit warga yang harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM, sementara diduga ada pihak-pihak yang leluasa melakukan pengisian dalam jumlah besar.

Menanggapi hal tersebut, Noprianda Ramadhan selaku Presiden Mahasiswa (Presma) DEMA STAI Al-Azhar Pekanbaru sekaligus putra asli Mandailing Natal menyampaikan kecaman tegas.

“Ini tidak bisa lagi ditoleransi. Dugaan praktik seperti ini adalah bentuk ketidakadilan yang nyata terhadap masyarakat. Jika benar ada pembiaran, maka ini adalah kegagalan dalam pengawasan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya kontrol terhadap distribusi BBM yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat Pertamina dan pihak pengelola SPBU.

“Kami mendesak agar dilakukan tindakan tegas tanpa kompromi. Jangan sampai fasilitas publik dijadikan ladang keuntungan oleh oknum, sementara masyarakat justru dipersulit,” lanjutnya.

Lebih jauh, Noprianda menegaskan bahwa apabila kondisi ini terus dibiarkan, maka berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap sistem distribusi BBM.

“Jika tidak segera ditindak, ini bisa memicu keresahan sosial yang lebih luas. Kami meminta aparat dan pihak terkait untuk turun langsung dan menertibkan praktik-praktik yang merugikan masyarakat,” tambahnya.

Selaku putra asli Mandailing Natal ia juga mengingatkan bahwa pengisian BBM dalam jumlah besar tanpa izin merupakan pelanggaran yang tidak boleh dibiarkan. Penegakan aturan harus dilakukan secara konsisten demi keadilan dan ketertiban bersama.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU Pantai Barat Natal maupun pihak terkait lainnya.

(MJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Meinul Lubis Tersangka Baru Kasus Smart Village

29 July 2026 - 09:45 WIB

Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Mengutuk Tindakan Brutal terhadap Jurnalis di Siak, Desak Kepolisian Tangkap Pelakunya

25 July 2026 - 09:36 WIB

Pokja News Room Jaga Desa Provinsi Banten Resmi Dilantik Oleh Ketua Umum SMSI Pusat

23 July 2026 - 14:47 WIB

Kasus Rudapaksa Anak, Grib Jaya Desak Polisi Tangkap 2 DPO

23 July 2026 - 12:28 WIB

PDI Madina Musancab, Targetkan Tambah Kursi DPRD pada Pemilu Mendatang

22 July 2026 - 09:14 WIB

Trending on Adventorial