MADINA azkyalnewsnetwork.com Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga fasilitas publik.
Pasalnya, perilaku buruk oknum pengunjung yang membuang sampah sembarangan kerap memicu kerusakan fasilitas sanitasi di rumah sakit rujukan utama tersebut.

Pihak manajemen melaporkan sering terjadi penyumbatan saluran pembuangan di area toilet akibat benda-benda yang tidak seharusnya dibuang ke dalam lobang kloset.
Berdasarkan investigasi lapangan, kerusakan sistem pembuangan di RSUD Panyabungan dipicu oleh penumpukan limbah rumah tangga, seperti pembalut wanita, pampers, hingga bekas bungkusan nasi.
Asisten I Pemkab Madina sekaligus Ketua Dewan Pengawas RSUD Panyabungan, Drs. Sahnan Pasaribu, menegaskan bahwa kebersihan fasilitas kesehatan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata beban petugas kebersihan.
“Kebersihan fasilitas RSUD Panyabungan adalah tanggung jawab kita bersama. Tentunya kami memiliki petugas khusus, namun tanpa adanya kesadaran dari masyarakat, upaya tersebut tidak akan berjalan dengan baik,” jelas Sahnan, Selasa (31/3/2026).
Sahnan menambahkan, menjaga higienitas lingkungan menjadi sangat krusial seiring dengan peningkatan mutu pelayanan di RSUD Panyabungan. Saat ini, kata dia, rumah sakit tersebut telah bertransformasi dengan kepemilikan peralatan medis mutakhir dukungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Adapun beberapa fasilitas unggulan yang kini tersedia di RSUD Panyabungan, yakni, Cathlab (Laboratorium Kateterisasi Jantung), dan CT Scan 64 Slice.
“Kehadiran alat-alat canggih ini harus diimbangi dengan lingkungan rumah sakit yang higienis. Dengan tidak membuang sampah ke lubang toilet, masyarakat berkontribusi menjaga marwah RSUD Panyabungan sebagai kebanggaan Bumi Gordang Sambilan,” ucap dia.
Guna mengantisipasi kerusakan berulang, manajemen RSUD Panyabungan berkomitmen melakukan langkah-langkah strategis seperti; Memperketat pengawasan di area publik dan fasilitas umum; Menambah papan informasi edukatif di titik-titik strategis rumah sakit; Melakukan sosialisasi berkala secara langsung kepada pengunjung dan keluarga pasien.
(DD)












