MADINA azkyalnews.com Antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pasar Baru, Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (24/5/2026).
Pemandangan ini mengundang keluhan dari para pengguna jalan akibat kemacetan parah yang ditimbulkannya. Pantauan di lokasi pukul 09.20 WIB, menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga sepanjang 1 kilometer di ruas Jalan H. Adam Malik.

Kendaraan yang mendominasi antrean tersebut terdiri dari truk fuso tanpa muatan, minibus Isuzu Panther, hingga mobil engkel. Akibat menyempitnya badan jalan oleh kendaraan yang mengantre, arus lalu lintas di kawasan tersebut mengalami kemacetan yang cukup mengganggu aktivitas warga.
Di balik antrean mengular ini, mencuat dugaan adanya praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, solar yang dibeli dari SPBU tersebut disinyalir tidak digunakan untuk operasional kendaraan logistik atau transportasi umum, melainkan dikuras untuk dijual kembali kepada pengepul ilegal di beberapa wilayah di kawasan Panyabungan dan sekitarnya.
Modus melangsir solar subsidi ini diduga sengaja memanfaatkan kelenggahan pengawasan untuk meraup keuntungan pribadi di tengah ketatnya kuota BBM bersubsidi bagi masyarakat.
Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat dan pengguna jalan yang melintas. A. Lubis, salah seorang pengendara yang terjebak kemacetan, menyatakan keberatan atas pembiaran antrean panjang tersebut. Menurutnya, kemacetan tidak hanya terjadi di Jalan H. Adam Malik, melainkan sudah berimbas hingga ke jalur lintas utama.
“Macet ini akibat antrean panjang mengisi solar, Bang. Kendaraan juga sudah mengantre dari arah Jalan Trans Sumatera Bukittinggi–Padang. Sayangnya, petugas juga tak ada saya lihat di lokasi untuk mengatur lalu lintas,” keluh Lubis.
Hingga berita ini diturunkan, antrean kendaraan masih terus mengular dan belum terlihat adanya tindakan tegas dari pihak berwenang maupun manajemen SPBU untuk menertibkan kendaraan.
Masyarakat berharap aparat kepolisian dan pihak Pertamina segera turun tangan, baik untuk mengurai kemacetan maupun menyelidiki dugaan praktik pelangsiran solar subsidi yang merugikan hak masyarakat luas tersebut.
(*)












