Menu

Dark Mode
Video Pengakuan Kasatlantas Sebut Oknum AKBP Dibalik Kasus Lakalantas Ke Hakim PN Madina Oknum Polisi dan Istri Anggota DPRD Tipu Puluhan Personel, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar Fakta Persidangan Korupsi, Ada Dugaan Aliran Dana ke Plt Kadis PUPR Madina Parkir di Masjid Agung Mulai Bayar Jelang Magrib, Pengendara Terkapar di Jalan Raya Mompang Julu BPBD Bersama Pihak PGA Pantau Ketat Perkembangan Gunung Sorik Marapi

Agama

Diduga Konflik Keluarga, Dua Makam Dibongkar di Huta Lombang Lubis

badge-check


					Diduga Konflik Keluarga, Dua Makam Dibongkar di Huta Lombang Lubis Perbesar

MADINA azkyal news Diduga akibat perselisihan harta warisan antara keluarga di Desa Huta Lombang Lubis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berujung pilu.

Dua makam milik satu keluarga terpaksa dibongkar dan dipindahkan akibat konflik antar keluarga terkait dugaan pembagian harta warisan.

Suasana haru menyelimuti proses pembongkaran makam yang dilakukan pihak keluarga bersama warga setempat pada Selasa (12/5/2026) siang.

Isak tangis keluarga pecah saat makam yang telah berusia sepuluh tahun dan satu tahun itu dipindahkan ke lokasi lain.

Pembongkaran dilakukan setelah pemilik tanah berinisial SKT yang juga merupakan keponakan almarhum, diduga menolak lahannya dijadikan lokasi pemakaman tante dan pamannya.

Dugaan penolakan itu disebut dipicu perselisihan pembagian harta warisan yang hingga kini belum menemukan titik temu.

Akibat konflik tersebut, keluarga dengan berat hati akhirnya membongkar kedua makam dan memindahkan jenazah ke Tempat Pemakaman Umum yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi awal.

Rajab Lubis, keponakan almarhum, membenarkan adanya perselisihan keluarga terkait warisan yang menjadi pemicu pembongkaran makam tersebut.

Rajab mengaku dengan iklas dan ridho memindahkan makam bibinya itu ke tempat lain agar menghindari konflik dengan SKT selaku pemilik tanah.

Rajab juga mengaku, ia dan SKT masih satu keluarga, namun akibat konflik ini persaudaraan tersebut sudah terputus.

“Iya memang masih saudara, namun sejak saat ini tidak lagi, karena ia (SKT) tega menyuruh kami membongkar makam bibi dan paman, padahal kedua almarhum juga merupakan tante dan pamannya juga,” ucap Rajab dengan pilu.

Hingga kini, kedua belah pihak keluarga disebut masih berselisih. Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat sudah berupaya melakukan mediasi agar konflik keluarga tersebut dapat diselesaikan secara damai.

Namun, alih alih dapat diselesaikan, SKT diduga enggan menyelesaikan permasalahan tersebut, dan menolak berdamai dengan pihak keluarga almarhum.

Sementara, warga sekitar banyak yang datang ber ramai ramai ke lokasi pemakaman, beberapa diantaranya terlihat menangis haru akibat pembongkaran makam ini.

(DD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jelang Pelantikan, SMSI Siantar Simalungun Gandeng Bank Indonesia Berbagi Kasih di Panti Asuhan

11 September 2026 - 23:19 WIB

Bandar Sabu Ini Imbau Pemuda Jauhi Narkoba

10 September 2026 - 16:38 WIB

Bantuan Logistik PDI ke Pengungsi Sinabung

5 September 2026 - 11:09 WIB

Breaking News: Lima Rumah Warga di Panyabungan Julu Hangus Terbakar

22 August 2026 - 16:00 WIB

Ketua DPC PDI Perjuangan Madina Bacakan Teks Proklamasi Pada HUT ke-81 RI di MBG

17 August 2026 - 15:35 WIB

Trending on Pemerintah