Menu

Dark Mode
Video Pengakuan Kasatlantas Sebut Oknum AKBP Dibalik Kasus Lakalantas Ke Hakim PN Madina Oknum Polisi dan Istri Anggota DPRD Tipu Puluhan Personel, Kerugian Capai Rp10,2 Miliar Fakta Persidangan Korupsi, Ada Dugaan Aliran Dana ke Plt Kadis PUPR Madina Parkir di Masjid Agung Mulai Bayar Jelang Magrib, Pengendara Terkapar di Jalan Raya Mompang Julu BPBD Bersama Pihak PGA Pantau Ketat Perkembangan Gunung Sorik Marapi

Pemerintah

Generasi Muda GRIB Jaya Madina Kritik Keras Pemkab, Hari Buruh 2026 Nyaris Tanpa Makna

badge-check


					Generasi Muda GRIB Jaya Madina Kritik Keras Pemkab, Hari Buruh 2026 Nyaris Tanpa Makna Perbesar

MADINA azkyalnewsnetwork.com – Generasi Muda GRIB Jaya melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dinilai gagal menunjukkan kepedulian terhadap kaum buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026.

Di saat banyak daerah menjadikan Hari Buruh sebagai momentum evaluasi kebijakan ketenagakerjaan, penghormatan kepada pekerja, serta ruang dialog dengan masyarakat.

Di Madina justru terkesan sunyi, minim kegiatan, dan tanpa arah. Pemerintah daerah dinilai seolah menempatkan Hari Buruh sebagai agenda yang tidak penting.

Ketua Generasi Muda GRIB Jaya Madina menegaskan, buruh bukan kelompok pinggiran yang bisa diabaikan. Buruh adalah penggerak ekonomi, penopang pembangunan, dan bagian dari rakyat yang wajib mendapat perhatian serius.

“Kalau Hari Buruh saja dianggap biasa dan dibiarkan berlalu tanpa makna, lalu di mana letak keberpihakan pemerintah terhadap pekerja, Ini bukan soal seremoni, ini soal kepedulian dan sikap,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi ini semakin ironis di tengah masih tingginya kebutuhan lapangan kerja, lemahnya perlindungan tenaga kerja, serta tuntutan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah seharusnya hadir membawa solusi, bukan justru tenggelam dalam diam.

Generasi Muda GRIB Jaya Madina menilai Pemkab terlalu lemah membaca isu kerakyatan. Ketika momen nasional yang menyangkut nasib pekerja saja tidak mampu dimaknai, maka publik patut mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mengurus sektor ketenagakerjaan.

Mereka mendesak agar ke depan Pemkab tidak lagi alergi terhadap isu buruh dan segera menyusun langkah nyata berupa pembukaan lapangan kerja, pelatihan tenaga kerja, perlindungan pekerja lokal, serta forum terbuka bersama elemen buruh.

“Jangan hanya pandai bicara pembangunan, tapi lupa menghargai orang-orang yang bekerja membangun daerah ini setiap hari,” tutupnya.

 

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Minim Perhatian, Hari Buruh di Madina Tanpa Pemkab

1 May 2026 - 03:14 WIB

Peringatan Hari Buruh 2026 di Markas GRIB Jaya, Wakapolres Madina Serahkan Tumpeng

1 May 2026 - 02:47 WIB

Konsultasi Izin Lingkungan Menuju IPR, Warga Madina Temui Kadis ESDM Sumut

1 May 2026 - 00:47 WIB

Polres Madina dan Warga Aek Mata Bangun Jembatan Merah Putih Presisi Polri

28 April 2026 - 07:26 WIB

Revitalisasi Pisang Kepok, Tim Ahli UMA Tinjau Lahan Sipalangka untuk Proyek Terintegrasi

27 April 2026 - 14:02 WIB

Trending on Bisnis